jatim.jpnn.com, SURABAYA - Keterbatasan fisik dan ekonomi tidak menghalangi semangat Zahira Dewi Kirana Lestari untuk mengenyam pendidikan tinggi. Perempuan penyandang disabilitas daksa asal Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri itu resmi diterima di Program Studi S-1 Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Sehari-hari, Zahira membantu ibunya menjaga toko kelontong keluarga sepulang sekolah maupun saat libur. Di tengah aktivitas tersebut, dia terus memupuk cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Impian itu akhirnya terwujud setelah dinyatakan lolos sebagai mahasiswa baru Unesa. Baginya, kesempatan tersebut menjadi awal untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan melalui dunia pendidikan.
“Sejak SMA memang saya sudah ingin kuliah. Saya memilih Surabaya karena sejak kecil sering kontrol kesehatan di sana, sehingga sudah cukup familiar dengan kota itu,” ujar Zahira, Kamis (23/7).
Ketertarikannya terhadap bahasa Inggris tumbuh dari kegemarannya menonton film, mendengarkan musik, dan membaca berbagai bacaan berbahasa Inggris. Dia bahkan memiliki target mengikuti program pertukaran mahasiswa ke luar negeri selama menempuh pendidikan di Unesa.
“Saya ingin belajar bahasa sekaligus budaya negara lain. Kalau ada kesempatan, saya ingin ikut program exchange ke luar negeri,” katanya.
Semangat belajar Zahira juga mendapat apresiasi dari guru-gurunya di MAN 3 Kediri. Guru sejarah sekaligus wali kelasnya, Ahmad Fauzi, menyebut Zahira sebagai sosok yang aktif, mudah bergaul, dan memiliki motivasi belajar yang tinggi.
“Zahira anak yang supel, ceria, dan mudah berinteraksi dengan teman-temannya. Dia aktif di kelas dan sering mengikuti lomba olimpiade. Kami mendukung persiapannya hingga akhirnya diterima di Unesa,” ujarnya.








































