jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menegaskan elektrifikasi rumah tangga melalui migrasi ke kompor induksi merupakan langkah strategis untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang kian membebani anggaran negara.
"Konsumsi LPG kita saat ini mencapai kurang lebih 8 juta metrik ton per tahun, di mana sebagian besar masih dipenuhi melalui impor. Ini adalah beban besar bagi neraca perdagangan kita," ujar Sugeng di Gedung DPR pada Senin (13/4).
Dia menjelaskan penggunaan kompor induksi lebih efisien dibandingkan kompor gas konvensional. Penggunaan listrik untuk memasak dinilai dapat menekan biaya operasional rumah tangga sekaligus mengurangi beban subsidi energi pemerintah.
"Secara efek, penggunaan listrik di sektor rumah tangga, termasuk kompor induksi, akan menghemat sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan penggunaan energi fosil seperti LPG subsidi. Tingkat ketergantungan impor akan kita kurangi secara signifikan," tegasnya.
Dia menambahkan sistem kelistrikan nasional saat ini berada dalam kondisi kuat untuk mendukung migrasi tersebut dengan pasokan energi primer pembangkit yang terjaga.
"Kita punya pasokan listrik yang andal dari kekuatan domestik. Dengan mengubah energi berbasis impor seperti LPG menjadi energi berbasis listrik, kita tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi nasional tepat dari dapur masyarakat," pungkas Sugeng.(fri/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:








































