jpnn.com, JAKARTA - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda membuat sejumlah wilayah di Indonesia terdampak, termasuk Jakarta dan sekitarnya.
Materail abu vulkanik yang terbawa angin itu tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga kendaraan karena bisa menempel di bodi mobil yang bisa merusak jika tidak langsung ditangani
Bagi pemilik kendaraan yang terkena abu vulkanik diimbau langsung segera dibersihkan.
Sebab, abu vulkanik itu mengandung material-material kecil yang bisa merusak cat di bodi mobil.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus menyarankan pemilik kendaraan langsung segera memberisihkan. Jangan menunggu abu vulkanik itu menumpuk di kendaraan.
"Membiarkan abu vulkanik menumpuk di mobil sangat merugikan dan berisiko merusak kendaraan secara permanen, karena abu vulkanik mengandung silika yang teksturnya tajam dan sulfur yang sangat destruktif jika dibiarkan terlalu lama,” kata Yannes kepada ANTARA, Minggu.
Dia menyampaikan partikel silika yang tajam dan bersifat abrasif dapat memicu kerusakan kalau dibiarkan terlalu lama menempel pada kendaraan.
Dia menyarankan pembersihan abu vulkanik yang menempel pada kendaraan dilakukan dengan hati-hati agar partikel silika yang tajam tidak bergesekan dengan permukaan kendaraan dan membuatnya baret.
Menurut Yannes, pemilik kendaraan sebaiknya memulai upaya pembersihan dengan menyiram kendaraan menggunakan air mengalir.















































