jpnn.com, JAKARTA - Pemerhati sosial Bestari Barus merasa geli mendengar pernyataan Gunernur Jakarta Pramono Anung yang mengusulkan penggunaan daun pisang sebagai pengganti plastik sebagai pembungkus makanan.
Diketahui, usul Pramono disampaikan menyikapi harga plastik yang tinggi menyusul konflik di Timur Tengah (Timteng) yang terus meningkat.
"Agak lucu bagi saya sebagai pemerhati Jakarta. Kelangkaan atau mahalnya harga plastik itu kemudian disarankan untuk mengganti bungkus dengan bungkus daun pisang, begitu," kata Bestari saat dihubungi, Minggu (12/4).
Eks Anggota DPRD Jakarta itu mengatakan provinsi berikon Monas saat ini menyandang status Metropolitan, sehingga aneh mendengar usul penggunaan daun pisang
"Jakarta ini kota metropolitan, loh, kok, enggak berpikirnya itu ganti dengan kertas begitu, loh. Jauh lebih ramah lingkungan, kan," lanjut Bestari.
Toh, kata dia, penggunaan daun pisang pada akhirnya menjadi beban tambahan bagi Jakarta untuk mengurusi limbah pascapakai.
"Memindahkan limbah itu, kan, akan menjadi limbah juga, akan menjadi beban Jakarta. Kalau memang di Jakarta sudah ada kertas, ya, kertas saja," lanjutnya.
Menurut Bestari, usul pemakaian bungkus daun pisang menandakan tim internal Pramono tak kompeten memberikan pandangan.








































