jateng.jpnn.com, SEMARANG - Salah satu bangunan paling ikonik di kawasan Kota Lama Semarang segera memasuki fase baru. Bangunan tersebut adalah Gedung eks Jiwasraya yang berdiri sejak era Hindia Belanda.
Gedung itu diproyeksikan menjadi Museum Fotografi Indonesia, sebuah ruang yang akan menyimpan sekaligus memamerkan jejak visual perjalanan bangsa.
Rencana tersebut mulai dimatangkan setelah Kementerian Kebudayaan bersama Danantara meninjau langsung bangunan cagar budaya yang berada di Jalan Letjen Suprapto, tepat berhadapan dengan Gereja Blenduk.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan mengatakan gedung bersejarah itu dinilai memiliki nilai strategis untuk dikembangkan menjadi museum fotografi berskala nasional.
Menurut dia, tahap awal yang kini dilakukan adalah kajian teknis guna memastikan kondisi bangunan memenuhi standar museum modern tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut.
"Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama dengan Danantara untuk mewujudkan Gedung Jiwasraya sebagai Museum Fotografi Indonesia di Kota Semarang," ujar Restu, Rabu (22/7).
Museum tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan arsip foto bersejarah. Pemerintah ingin menjadikannya sebagai ruang edukasi yang mempertemukan generasi masa kini dengan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia melalui medium fotografi.
Berbagai koleksi foto, mulai dari dokumentasi perjuangan kemerdekaan, dinamika kehidupan sosial masyarakat, hingga arsip keluarga yang memiliki nilai historis, berpeluang menjadi bagian dari koleksi museum.






































