8 Bandara Ditutup Imbas Abu Vulkanis, Dedi Mulyadi Pastikan Kertajati Siap Jadi Alternatif

3 hours ago 15

8 Bandara Ditutup Imbas Abu Vulkanis, Dedi Mulyadi Pastikan Kertajati Siap Jadi Alternatif

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung ditutup sementara imbas abu vulkanik yang terjadi sejak Minggu (6/9/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com - BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka siap menjadi alternatif pendaratan dan penerbangan pesawat seusai penutupan delapan bandara akibat abu vulkanis Gunung Anak Krakatau.

Dedi pun telah meminta para staf Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melayani penumpang di Bandara Kertajati, termasuk memberikan kebutuhan dasar, terutama bagi bayi dan orang tua.

"Saya minta seluruh jajaran untuk turun langsung ke Kertajati menyambut penumpang yang akan berangkat dan tiba di Kertajati," kata Dedi dikutip dari akun pribadinya di Instagram, Senin (7/9).

Dia pun berharap operasional pesawat di Bandara Kertajati bisa berjalan aman dan nyaman.

Bandara Kertajati ditetapkan sebagai bandara alternatif oleh Kementerian Perhubungan untuk mengakomodasi penerbangan yang tidak dapat mendarat di sejumlah bandara akibat abu vulkanis Gunung Anak Krakatau.

Adapun, Bandara Kertajati dinyatakan tidak terdampak abu vulkanis setelah dilakukan paper test di bandara tersebut.

Sementara itu, delapan bandara yang ditutup imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, yaitu Bandara Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.

Dalam informasi yang diunggah di akun media sosial @injourneyairports, Bandara Husein Sastranegara ditutup sejak kemarin sore hingga malam hari ini pukul 18.00 WIB.

Delapan bandara ditutup akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dedi Mulyadi memastikan Bandara Kertajati siap menjadi alternatif penerbangan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |