jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menyampaikan apresiasi atas doa-doa indah dari enam pemimpin agama dalam acara Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2026.
Bertepatan dengan perayaan Waisak, acara tersebut mengusung tema “One Light One World” yang telah berlangsung pada 29–31 Mei 2026.
Irene mengatakan acara tersebut menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, spiritualitas, dan kemanusiaan, mengajak masyarakat untuk merayakan nilai perdamaian dan kemakmuran bersama di kawasan Borobudur.
“"Rinpoche membawa lebih dari 200 murid dari mancanegara dan bukan hanya sebuah peringatan hari Waisak, tetapi sebuah festival bagi warga sekitar,” ungkap Irene Minggu (1/6)
Dia menuturkan berbagai candi bersejarah di kawasan Borobudur kembali menjadi bagian dari perjalanan festival.
Hal itu menegaskan warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan juga inspirasi bagi masa depan.
Irene menyebut festival itu juga mencerminkan kesatuan masyarakat dunia, sekaligus menegaskan bahwa di Indonesia semangat persatuan lintas iman dan budaya dapat terwujud dengan nyata.
“Di sinilah, berbeda-beda suku, ras, berbeda-beda agama, hadir bersama-sama untuk memajukan ekonomi dan untuk kebersamaan, untuk satu kata, cinta." kata Irene.

















.jpeg)




















