jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar atau kurs rupiah makin tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada kamis pagi (4/6).
Melansir investing.com, rupiah pada pukul 07:14 WIB menembus angka Rp 18.013 per USD.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pelemahan rupiah hanya sementara.
Dia berpendapat kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) bisa berperan menstabilkan kurs rupiah.
Menurut Purbaya, kebijakan DHE SDA dapat meningkatkan ketersediaan devisa di dalam negeri, melalui penempatan hasil ekspor sumber daya alam pada sistem keuangan nasional.
Dengan meningkatnya pasokan devisa, likuiditas valuta asing di pasar domestik akan makin kuat sehingga mampu mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Dia memperkirakan dampak awal dari implementasi kebijakan tersebut akan mulai terlihat dalam waktu dekat.
“Ketika sentimen yang berkembang di pasar mulai mereda, didukung oleh masuknya devisa hasil ekspor ke dalam negeri, maka rupiah berpeluang kembali menguat,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (3/6).(mcr10/antara/jpnn)
















.jpeg)





















