jpnn.com, JAKARTA - Anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto menegaskan Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, termasuk pascaketerlibatan Indonesia dalam BRICS dan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat.
Utut menjelaskan langkah Indonesia bergabung dengan BRICS semata-mata bertujuan memperluas pasar ekonomi dan mendorong pertumbuhan nasional.
Dia menilai keanggotaan tersebut memberikan peluang besar mengingat negara-negara BRICS mencakup sebagian besar populasi dunia.
“Tujuan utama kita adalah memperluas pasar dan memperkuat ekonomi. Ini bukan soal berpihak, tetapi bagaimana Indonesia bisa mengambil manfaat di tengah percaturan global,” jelas Utut dalam keterangannya, Selasa (21/4).
Utut juga menepis kekhawatiran masuknya Indonesia ke BRICS maupun kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat akan menggeser posisi Indonesia menjadi bagian dari aliansi tertentu.
Dia memastikan Indonesia tidak akan terjebak dalam blok kekuatan manapun.
“Kita tetap bebas aktif. Tidak masuk aliansi militer. Justru ini menjadi nilai tambah karena kita bisa bersahabat dengan semua pihak,” tegas Utut.
Terkait kesepakatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani di Pentagon pada 13 April 2026 lalu, Utut menegaskan tidak ada pemberian akses bebas (blanket overflight) terhadap wilayah udara Indonesia.







































