Timtim Maduro

1 week ago 39

Oleh: Dahlan Iskan

Timtim Maduro

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Anak muda inilah yang membuat saya tidak menulis soal ditangkapnya Presiden Nicolas Maduro, padahal serangan kilat itu amat dramatik. Pelakunya pasukan Amerika. Lokasinya di negaranya Maduro: di Venezuela --di ibu kotanya: Karakas.

Nama anak muda itu: Efatha Filomeno Borromeu Duarte. Ia menulis soal serangan itu dengan sangat bagusnya. Istimewa.

Timtim MaduroDr Efatha dan istri--

Saya tidak mungkin bisa menulis soal itu lebih baik dari Efatha. Dan lagi tulisan Efatha sudah beredar sangat luas. Dari WA ke WA --termasuk WA Anda dan saya.

Saya pun memberikan pujian langsung kepadanya. Ia merendah. Ia merasa terharu atas pujian saya itu.

Akan tetapi saya jujur: tulisan Efatha memang luar biasa. Judulnya Anda sudah tahu. Agak panjang: Operasi 300 menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela.

Efatha baru berumur 31 tahun. Ia terlihat sangat menguasai masalah. Utamanya soal pertahanan dan persenjataan.

"Saya dosen geostrategi dan geopolitik," ujar Efatha.

Anak muda inilah yang membuat saya tidak menulis soal ditangkapnya Presiden Nicolas Maduro, padahal serangan kilat itu amat dramatik. Pelakunya pasukan Amerika.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |