jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui harga minyak goreng rakyat MinyaKita dan lainnya memang mengalami kenaikan harga.
Dia mengaku kenaikan tersebut diakibatkan karena harga plastik yang mengalami lonjakan akibat konflik di Timur Tengah.
Namun, Budi menegaskan meski adanya kenaikan harga, tetapi pasokan minyak goreng di dalam negeri aman dan mencukupi.
"Pada prinsipnya stok barang ada, enggak ada masalah. Jadi ketersediaan pasokan ada. Memang salah satu imbas kenaikan itu karena harga plastik," kata Budi di Jakarta, Selasa (21/4).
Budi menyampaikan merujuk Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga MinyaKita berada di kisaran Rp 15.900 per liter, di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 15.700 per liter.
Hal serupa juga terjadi untuk harga minyak goreng premium yang dilaporkan di sejumlah daerah mengalami kenaikan signifikan, tercatat Rp 21.796 per liter berdasarkan SP2KP yang dikelola Kementerian Perdagangan.
Budi mengimbau masyarakat tidak perlu panik terhadap potensi kelangkaan di pasar. Sebab, stok minyak goreng masih aman dan terkendali.
Kemendag juga telah berkomunikasi langsung dengan para produsen minyak goreng untuk memastikan produksi berjalan normal.






















.jpeg)

















