Tanggapi Hasto, Abdul Rahman Nilai Sustainabilitas Fiskal Indonesia Aman dan Terkendali

1 day ago 27

Tanggapi Hasto, Abdul Rahman Nilai Sustainabilitas Fiskal Indonesia Aman dan Terkendali

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Abdul Rahman Farisi. Foto: Dok. Pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi memberi tanggapan soal pernyataan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, terkait kondisi fiskal Indonesia yang mengkhawatirkan.

Dia menegaskan bahwa kondisi fiskal nasional saat ini masih berada dalam batas aman. Kondisi ekonomi yang terkendali ini disebut berdasarkan indikator-indikator makro fiskal yang juga diakui secara internasional.

Menurutnya, ukuran kerentanan fiskal tidak bisa disederhanakan hanya pada narasi 'utang dibayar dengan utang'. Dalam praktik pengelolaan fiskal modern, pembiayaan ulang utang (refinancing) merupakan mekanisme yang lazim dilakukan hampir seluruh negara, selama rasio fiskal tetap terjaga dan kapasitas pembayaran negara masih kuat.

“Secara teknikal, kondisi fiskal Indonesia masih relatif aman. Rasio utang pemerintah terhadap PDB masih berada di bawah 40 persen, jauh di bawah batas maksimal 60 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara. Bahkan dibanding banyak negara G20, posisi Indonesia masih jauh lebih sehat,” ungkap Abdul Rahman dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).

Mantan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin itu menilai defisit APBN terhadap PDB masih dijaga di bawah ambang batas 3 persen, yang menunjukkan disiplin fiskal pemerintah tetap terpelihara di tengah tekanan ekonomi global.

Terkait defisit keseimbangan primer pada awal 2026, Abdul Rahman merasa kondisi tersebut dipengaruhi strategi pemerintah yang mempercepat belanja pada triwulan pertama untuk menjaga daya beli masyarakat, mempercepat proyek prioritas, dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Target defisit keseimbangan primer tahun 2026 sebesar Rp89,7 triliun, sementara hingga Maret telah mencapai Rp95,8 triliun. Namun perlu dipahami bahwa pola penerimaan negara memang secara historis meningkat pada triwulan II dan III, terutama dari penerimaan pajak dan aktivitas ekonomi domestik,” jelasnya.

Abdul Rahman juga menyoroti bahwa hingga saat ini indikator pasar keuangan masih menunjukkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia tetap kuat.

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi memberi tanggapan soal pernyataan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto...

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |