kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Bubur peca' dan amparan tatak adalah hidangan khas berbuka puasa warga Kota Samarinda yang kini menyandang status sebagai Warisan Budaya Takbenda nasional.
Hal ini berkat upaya pelestarian kuliner oleh Pemprov Kaltim.
"Keistimewaan dua takjil yang sarat akan nilai budaya ini mencapai puncaknya pada bulan suci Ramadan. Bubur peca' hanya dihidangkan untuk berbuka puasa di masjid tertua Shirathal Mustaqiem, sedangkan amparan tatak adalah primadona jajanan takjil warga Samarinda," kata Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kaltim Sih Sudiyono, Kamis (19/2).
Tepat pada hari pertama ibadah puasa, kawasan Jalan Biawan, Samarinda langsung berubah menjadi pusat keramaian yang sesak oleh warga pemburu jajanan tradisional untuk menu berbuka.
Haji Ichal selaku pedagang setempat menuturkan amparan tatak selalu ludes terjual dalam waktu singkat karena menjadi favorit incaran warga.
"Amparan tatak habis terus setiap hari. Kue laris yang lain itu ada sari pengantin dan juga lapis India," ujar Ichal yang menjajakan kue talam selama lebih dua puluh tahun.
Keberkahan serupa turut dirasakan Awaliyah, seorang pedagang yang telah menjaga keaslian cita rasa kuenya selama enam belas tahun.
Ketekunannya memproduksi empat puluh loyang kue talam, termasuk amparan tatak setiap hari menjadi wujud dalam merawat kekayaan resep otentik warisan nusantara. (antara/jpnn)









































