jpnn.com, JAKARTA - Radiator memiliki peran penting dalam menjaga kinerja mesin mobil baik diesel, bensin, hingga hybrid.
Namun, sistem pendingin tersebut kerap luput dari perhatian penggunanya, padahal fungsinya untuk menjaga suhu mesin tetap stabil.
Dari siaran pers Auto2000, Minggu (26/4), ketika radiator bermasalah, dampaknya bisa langsung terasa, yaitu mesin cepat panas, performa mesin menurun, hingga bisa memicu mesin overheat.
Lantas, apa saja faktor yang dapat menyebabkan radiator menjadi rusak?
1. Radiator Kotor dan Tersumbat
Umumnya, kemungkinan terbesar penyebab sirkulasi air radiator rusak adalah karena adanya penumpukan kotoran pada radiator.
Kotoran seperti endapan deposit yang terjadi pada saluran pipa pendingin dan partikel korosif pada radiator dapat menempel dan mengendap, sehingga membuat jalur sirkulasi terhambat.
Radiator dapat mengalami tersumbat biasanya disebabkan oleh penggunaan cairan radiator yang tidak tepat.
Oleh karena itu, pengguna harus memilih cairan radiator yang sesuai dengan mesin mobil.








































