jpnn.com, JAKARTA - SNADA Indonesia 2026 akan hadir di Istora Senayan, pada 10 Oktober 2026 dengan membawa kekayaan musik, budaya, alam, karya, kreativitas, dan cerita masyarakat Indonesia Timur, melalui sebuah pertunjukan musik.
Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan Indonesia dari Timur.
SNADA Indonesia 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua dari pertunjukan musik yang menghadirkan musisi-musisi indonesia melalui karya-karya yang telah dekat dengan masyarakat lintas generasi.
Karya tersebut tahun ini diharmonisasikan bersama dengan alunan musik orkestra dari Rumah Orkestra Jogja, sebuah komunitas orkestra anak muda Indonesia, serta diperkaya melalui kolaborasi dengan team Roro, grup seni pertunjukan dan tari kontemporer asal Indonesia yang didirikan oleh Ronald Soe.
Melalui perpaduan ini, SNADA Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawakan semangat untuk memperkenalkan, merayakan, dan menjaga kekayaan budaya Indonesia melalui kekuatan musik.
Tahun ini, SNADA Indonesia 2026 mengusung tema “Suara dan Nada dari Indonesia Timur” untuk memperkenalkan kekayaan budaya, alam, dan cerita Indonesia Timur.
Lewat pertunjukan musik yang harmonis dan lintas generasi, SNADA Indonesia 2026 mengajak masyarakat mengapresiasi keragaman sebagai bagian integral dari identitas bangsa.
“Melalui musik, kita dapat menciptakan pengalaman bersama, mempertemukan berbagai perspektif, dan mengubah suara individu menjadi sebuah gerakan kolektif. Inilah semangat yang kami bawa melalui SNADA Indonesia 2026 - menggunakan musik untuk memperkenalkan cerita Indonesia Timur, membangun koneksi, dan menciptakan dampak yang dapat dirasakan jauh melampaui panggung,” ungkap Bernard Permadi, Founder-CEO OPPAL & SNADA Indonesia.








































