jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra Habiburokhman menganggap kurang tepat kritik yang disampaikan eks Wamenlu Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan kerja (kunker) luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto.
"Jadi, model komunikasi seperti dipertontonkan oleh Pak Dino menurut saya kurang pas," kata dia ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6).
Sebab, kata dia, Dino pernah menjabat Wamenlu dan seharusnya bisa menghormati langkah politik pejabat saat ini dalam hal kebijakan luar negeri.
"Artinya memberikan kesempatan kepada orang yang saat ini menjabat untuk bekerja, menghormati ya, orang yang saat ini menjabat untuk menjalankan tugasnya dengan baik," ungkapnya.
Habiburokhman melanjutkan kritik Dino terkait intensitas kunker Prabowo keluar negeri bisa memancing reaksi publik untuk membandingkan kinerja.
Terutama, ujar dia, publik bisa mempertanyakan hal yang telah diperbuat Dino semasa tiga bulan menjabat Wamenlu.
"Nanti dahulu ditanya, zamannya Pak Dino sehebat apa, sih," kata Habiburokhman.
Pendiri Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu menyebut publik bisa juga mempertanyakan kepentingan Dino mengkritik intensitas kunker Prabowo.

















.jpeg)




















