jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif lembaga survei dan konsultan Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengapresiasi sikap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang dinilai tidak defensif dan memilih mengabaikan berbagai serangan personal di media sosial, tetapi tetap cekatan dalam mengurus negara.
Pola komunikasi impersonal yang meminimalkan drama personal dan memaksimalkan penjelasan berbasis data tersebut dinilai sebagai fondasi krusial yang dibutuhkan pemerintahan saat ini untuk menjaga stabilitas nasional dan menekan kegaduhan publik yang tidak produktif.
Menurut Iwan, di era digital seperti sekarang ini, pejabat negara memang harus cerdas mengelola dan menguasai strategi komunikasi.
Langkah Seskab Teddy memilah respons ini menjadi sorotan penting di tengah dinamika konsolidasi kabinet.
“Bagi saya, sikap Seskab Teddy yang tidak defensif, memilih mengabaikan serangan personal, patut diapresiasi,” kata Iwan saat dihubungi media.
Lebih lanjut, Iwan memaparkan sejumlah kompetensi mendasar yang idealnya melekat pada setiap pejabat publik dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Kemampuan tersebut mencakup penguasaan materi, ketepatan menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi, kepekaan membaca psikologi publik, hingga pendekatan yang persuasif.
Dalam hal ini, Teddy dinilai mampu memenuhi kriteria tersebut dengan tidak memanfaatkan posisi strategisnya untuk menanggapi sinisme yang mengarah pada pribadinya.

















.jpeg)




















