jpnn.com, JAKARTA - Sampoerna University menjadi universitas pertama di Indonesia dan satu-satunya di Asia Tenggara yang meraih akreditasi institusional dari New England Commission of Higher Education (NECHE)––lembaga akreditasi institusional Amerika Serikat.
Untuk pertama kalinya, mahasiswa Indonesia bisa meraih gelar sarjana empat tahun di Jakarta tanpa harus meninggalkan tanah air dari universitas yang terakreditasi secara institusional oleh NECHE, lembaga yang diakui oleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat.
Sebagai perbandingan, pendidikan sarjana empat tahun di universitas swasta dengan akreditasi institusional NECHE di Amerika Serikat umumnya menelan biaya USD 200.000–300.000.
Kini, standar akreditasi institusional yang sama bisa diakses di Jakarta dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.
“Bukan sekadar pencapaian bagi Sampoerna University, kini Indonesia bergabung dengan 9 negara lain yang memiliki universitas dengan akreditasi institusional NECHE; standar yang membentuk pendidikan tinggi Amerika. Mahasiswa Indonesia kini tidak lagi harus memilih antara tetap di tanah air atau memperoleh gelar yang diakui secara global,” ujar Dr. Marshall Schott, Presiden Sampoerna University.
Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) menyampaikan pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem pendidikan tinggi Indonesia.
"Akreditasi institusional NECHE yang diraih Sampoerna University menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia memiliki kapasitas untuk membangun tata kelola, proses pembelajaran, dan sistem penjaminan mutu yang selaras dengan standar internasional," tutur dia.
"Pemerintah mendorong semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia untuk terus melakukan transformasi, memperkuat kualitas akademik, riset, inovasi, serta kolaborasi internasional. Dengan demikian, pendidikan tinggi Indonesia semakin berdampak bagi masyarakat, dunia usaha, dunia industri, dan pembangunan nasional," imbuhnya.






































