jpnn.com, YOGYAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Candi Prambanan pada Rabu (8/7).
Kunjungan tersebut menandai komitmen kedua negara dalam merawat warisan budaya dunia yang dirancang sebagai program konservasi jangka panjang dengan melakukan restorasi pada 224 perwara atau candi pendamping di halaman kompleks Candi Prambanan.
Konservasi ini dilakukan melalui pendekatan ilmiah, mulai dari penelitian arkeologi, dokumentasi digital, rekonstruksi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas konservasi antara kedua negara.
InJourney sebagai Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata sekaligus induk dari pengelola Candi Prambanan, InJourney Destination Management (IDM) memandang kolaborasi ini sejalan dengan misi perusahaan dalam mengembangkan destinasi berkelas dunia melalui pelestarian budaya, penguatan kolaborasi internasional, serta penciptaan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono menuturkan kolaborasi ini menunjukan bagaimana warisan budaya dapat menjadi medium yang efektif untuk memperkuat hubungan antarbangsa sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas bagi sektor pariwisata Indonesia.
“Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nation branding Indonesia sebagai destinasi budaya kelas dunia yang mampu mengelola warisan budaya secara berkelanjutan melalui kemitraan internasional. Kami optimis dan menyambut baik kolaborasi ini akan meningkatkan daya tarik Indonesia, khususnya di pasar India yang memiliki penduduk 1,4 miliar juta jiwa, sekaligus mendorong pertumbuhan inbound tourism berkualitas," ujar Maya.
Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, selaku pemilik aset Kompleks Candi Prambanan menegaskan bahwa kolaborasi konservasi yang dilakukan Indonesia dan India ini akan dilakukan dengan menjaga nilai yang membuat Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
“Seluruh pekerjaan akan mengedepankan keaslian, keutuhan, dan pendekatan ilmiah. Selain itu keberhasilan kerja sama ini tidak hanya diukur dari jumlah perwara yang dikonservasi tapi juga peningkatan kapasitas konservator Indonesia, berkembangnya praktik konservasi berbasis ilmu pengetahuan, dan terjaganya nilai warisan dunia Prambanan,” tutur Esti.
Sebagai salah satu ikon pariwisata nasional, Candi Prambanan setiap tahunnya menarik sekitar 2,4 juta kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, menjadikannya salah satu destinasi heritage paling diminati di Indonesia.






































