jatim.jpnn.com, SURABAYA - Yayasan Adi Jasa resmi mengoperasikan fasilitas krematorium baru yang terintegrasi dengan layanan kedukaan digital di Jalan Demak, Surabaya, Sabtu (18/7).
Peresmian fasilitas tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Anggota DPR RI Indah Kurnia, Ketua Dewan Pembina Yayasan Adi Jasa Alim Markus, serta Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu.
Kehadiran krematorium itu melengkapi layanan Rumah Duka Adi Jasa yang sebelumnya telah memiliki 58 ruang persemayaman, 22 mesin pendingin jenazah, serta lebih dari 2.600 tempat penyimpanan abu jenazah.
Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu mengatakan masyarakat kini dapat memperoleh seluruh layanan kedukaan dalam satu kawasan.
“Untuk kremasinya tidak usah jauh-jauh. Di kompleks Adi Jasa ini sudah bisa semuanya. Termasuk nanti setelah dikremasi, disimpan tidak jauh-jauh juga,” kata Sugiarto.
Menurut dia, krematorium tersebut menggunakan teknologi asal Jerman yang diklaim ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap maupun bau.
Proses kremasi berlangsung sekitar 90 menit, kemudian dilanjutkan proses pendinginan selama 30 menit sebelum abu jenazah disiapkan untuk disimpan di rumah abu.
“Keluarga bisa memilah-milah tulangnya untuk digiling. Digiling jadi abu, dimasukkan dalam guci, dan disimpan di tempat penitipan abu. Jadi tidak usah keluar jauh-jauh,” ujarnya.







































