jpnn.com - Situasi PSBS Biak benar-benar di ujung tanduk. Badai Pasifik datang ke markas Persijap Jepara bukan hanya dengan beban klasemen, tetapi juga dihantam masalah internal yang belum kunjung reda menjelang pekan ke-29 Super League 2025/2026.
Bertandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Jumat (24/4/2026), PSBS tak punya banyak pilihan selain bertarung habis-habisan.
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, ini duel hidup-mati bagi dua tim yang masih berkutat di zona rawan degradasi.
Di atas kertas, situasi PSBS jauh lebih genting. Mereka terdampar di dasar klasemen dengan hanya 18 poin, hasil dari empat kemenangan sepanjang musim.
Sementara itu, Persijap Jepara sedikit lebih aman di posisi ke-14 dengan 28 poin meski belum benar-benar lepas dari ancaman.
Namun, ancaman terbesar PSBS justru datang dari dalam tim sendiri. Pelatih Marian Mihail mengakui kondisi skuadnya jauh dari ideal.
“Persiapan kami tidak terlalu baik, tetapi kami tidak ingin menjadikannya alasan. Besok adalah pertandingan yang sangat penting,” ungkap Mihail dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2026).
Masalah finansial yang belum terselesaikan disebut menjadi biang kerok goyahnya fokus tim. Para pemain, kata Mihail, kini lebih banyak memikirkan nasib pribadi ketimbang pertandingan.








































