jpnn.com, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto, mengingatkan jajarannya dan publik akan bahaya ketergantungan impor di tengah konflik global yang terus bergejolak.
Prabowo mengatakan pasokan pangan domestik dapat ikut terancam apabila Indonesia terlalu bergantung pada impor dari negara-negara yang tengah dilanda tensi geopolitik.
"Sekarang, Thailand dan Kamboja perang terus. Setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, kemudian meletus lagi. Dalam keadaan seperti itu, bayangkan, amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik?” katanya dalam retret dikutip Rabu (7/1).
Prabowo mengaku, pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia kerap mengimpor beras dari kedua negara tersebut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Namun, konflik berkepanjangan di antara Thailand dan Kamboja berpotensi mengganggu rantai pasok dan suplai beras apabila ketergantungan impor terus berlanjut.
Selain itu, Presiden Prabowo juga mengingatkan pengalaman pahit pada masa pandemi COVID-19, ketika sejumlah negara pengekspor pangan menutup pintu ekspornya demi mengamankan kebutuhan domestik masing-masing.
Kondisi tersebut membuat banyak negara, termasuk Indonesia, kesulitan mengimpor pangan meski memiliki kemampuan finansial.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa target swasembada pangan yang dijalankan pemerintah saat ini sudah sangat tepat dan relevan untuk mengantisipasi ketidakpastian global.













































