jatim.jpnn.com, SURABAYA - Perbakin Surabaya membuka hotline pengaduan bagi atlet maupun orang tua yang mengetahui atau pernah mengalami dugaan pelecehan seksual di lingkungan olahraga menembak.
Langkah ini dilakukan menyusul mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual terhadap atlet menembak dan berburu di bawah umur yang dilakukan pengurus Perbakin berinisial JL.
Pembukaan hotline tersebut disampaikan dalam pertemuan antara pengurus Perbakin Surabaya dengan para orang tua dan wali atlet di Kantor Perbakin Surabaya, Jalan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Sabtu (13/6).
Ketua Harian Perbakin Surabaya Hadi Susilo mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya korban lain dalam kasus tersebut. Karena itu, Perbakin membuka ruang pengaduan agar informasi yang belum terungkap dapat disampaikan secara langsung.
“Kepada adik-adik atlet maupun orang tuanya, apabila ada korban lain, silakan melapor kepada kami agar bisa terungkap,” ujar Hadi.
Selain membuka hotline, Perbakin juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas putra-putrinya selama mengikuti latihan maupun kompetisi. Menurut Hadi, pengawasan dari keluarga menjadi salah satu kunci untuk mencegah terjadinya tindakan yang merugikan anak.
Dia mengakui selama ini banyak orang tua yang memberikan kepercayaan penuh kepada terduga pelaku karena dianggap aktif dalam pembinaan atlet. Namun, kepercayaan tersebut diduga justru dimanfaatkan untuk melakukan perbuatan yang tidak semestinya.
“Mereka mempercayakan putra-putrinya kepada terduga. Di saat kepercayaan dan kelengahan itu muncul, diduga dimanfaatkan oleh yang bersangkutan untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji,” katanya.




































