jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) siap mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau geotermal di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno mengatakan dukungan penuh pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) itu setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerbitkan izin pengembangan geotermal di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran.
“Iya, kalau bicara masalah kemandirian energi, geothermal salah satu kekayaan kami. Jadi kami support (mendukung, red),” kata Sumarno, Senin (24/8).
Sumarno menjelaskan pengembangan panas bumi telah ada di kawasan dataran tinggi Dieng. Proyek geotermal itu juga sudah teruji dalam kemandirian energi.
“Kalau yang sudah jalan (geotermal, red) di Dieng. Mudah-mudahan (Gunung Ungaran, red) itu bisa jadi bagian Jawa Tengah support (mendukung, red) dalam kemandirian energi,” katanya.
Walakin, Sumarno mengakui dalam pengembangan proyek PLTP mendapat respons tak mulus dari masyarakat. Seperti yang terjadi di Gunung Lawu, warga Kabupaten Karanganyar menolaknya.
“Itu memang masalah sosialisasi, nanti kami pahamkan kepada masyarakat, menyampaikan dampak-dampaknya seperti apa. Bagaimana menjelaskan dari sisi keamanan, termasuk sisi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kini, pihaknya menyebut juga tengah mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) atau Gas Alam Terkompresi yang merupakan produk dalam negeri.





































