jpnn.com, SUBANG - Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menegaskan akan berkonsetrasi produksi lokal seusai pabrik kendaraan listrik yang berada di Subang, Jawa Barat mulai beroperasi.
Dia menegaskan tidak akan lagi mengimpor mobil secara utuh (completely built up/CBU).
“Sudah tidak (impor) sama sekali. Kami memang berkomitmen untuk setop karena kami sudah punya pabrik,” kata Luther ditemui di sela peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis.
Menurut dia, sejumlah model BYD yang masih beredar dari pasokan impor akan tetap dijual hingga persediaannya di jaringan diler habis.
Namun, pasokan baru selanjutnya akan berasal dari produksi dalam negeri.
“Yang kami jual sekarang mungkin masih ada dari sisa suplai yang sebelumnya. Itu sudah sedikit sekali,” ujarnya.
Peralihan tersebut merupakan bagian dari komitmen BYD setelah memperoleh fasilitas insentif pemerintah yang memberikan kesempatan untuk mengimpor kendaraan listrik hingga 100.000 unit dalam periode dua tahun.
Luther mengungkapkan BYD pada akhirnya menggunakan sekitar 92.000 unit dari kuota impor tersebut.








































