kalsel.jpnn.com, BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin mengatakan metode pembasahan hutan Liang Anggang di Banjarbaru berjalan efektif untuk menanggulangi karhutla berkat pemanfaatan aliran pasang surut sungai sekitar.
"Langkah pembasahan ini sangat efektif karena pasokan air mencukupi untuk merendam lahan secara merata," kata dia di Banjarbaru, Kamis.
Muhidin menjelaskan strategi pemadaman dilakukan dengan menyesuaikan dinamika debit air sungai. Saat kondisi air sungai pasang pada siang hari, tim pemadam langsung menyedot air menggunakan mesin alkon untuk dialirkan ke saluran-saluran irigasi hingga melimpah dan merendam lahan gambut.
Dia menambahkan ketersediaan air sungai di kawasan tersebut berhasil menghilangkan kekhawatiran terkait potensi penurunan debit air dari Waduk Riam Kanan. Pasokan air lokal dinilai memadai tanpa perlu mengambil cadangan air dari Riam Kanan.
Meskipun skema pembasahan berjalan lancar, Muhidin mengimbau seluruh personel gabungan untuk tidak lengah dan tetap mengantisipasi munculnya titik api baru di bagian dalam hutan.
Dia juga menyebutkan, penanganan karhutla di lokasi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi. Dinas Kehutanan Kalsel, kata dia, bersiaga penuh di posko lapangan.
Kemudian Pangkalan TNI Angkatan Laut Banjarmasin juga mengerahkan personelnya untuk membasahi area rawan terbakar. (antara/jpnn)





































