Insentif SPPG Tak Lagi Sama Rata Rp 6 Juta per Hari, Ini Alasannya

3 hours ago 15

Insentif SPPG Tak Lagi Sama Rata Rp 6 Juta per Hari, Ini Alasannya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala BGN Sudaryono. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut besaran insentif bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) tidak lagi disamaratakan Rp 6 juta per hari dan akan disesuaikan dengan jumlah porsi yang diproduksi.

“Sekarang tidak, ya, tidak rata semua dapur semua kemudian dibayar Rp 6 juta, itu tidak adil,” kata Sudaryono seusai rapat dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis malam.

Menurut Sudaryono, besaran insentif akan ditentukan berdasarkan sejumlah pertimbangan, termasuk jumlah porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi setiap hari.

“Itu kan aturan dibuat oleh pimpinan sebelum saya. Ada dapur bikin 3.000 porsi, ada yang 2.000 porsi, ada yang dapur 2.500 porsi. Dibayar semua Rp 6 juta, kan tidak adil, dong?” ucapnya.

Perubahan skema tersebut merupakan evaluasi terhadap kebijakan sebelumnya yang memberikan insentif dengan besaran sama kepada setiap SPPG.

Sudaryono mengatakan ketentuan baru akan diberlakukan dalam waktu dekat. BGN tengah menyiapkan peraturan kepala badan yang menjadi dasar perubahan skema insentif tersebut.

“Saya sudah mengajukan peraturan kepala badan yang harapannya di pekan ini itu sudah keluar sehingga rencana besok (Jumat (4/9) atau Senin (7/9) saya mau umumkan perubahan insentif itu,” ujarnya. (antara/jpnn)


BGN memutuskan untuk tidak lagi menyamaratakan insentif SPPG sebesar Rp 6 juta per hari.


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |