Pembunuhan Bidan di Situbondo, Suami Korban Peragakan 26 Adegan

16 hours ago 28

Pembunuhan Bidan di Situbondo, Suami Korban Peragakan 26 Adegan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kasat Reskrim Polres Situbondo, Jawa Timur, AKP Selimat Akmal. ANTARA/Novi Husdinariyanto

jpnn.com, SITUBONDO - ARH (32) menjalani rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan istrinya yang merupakan seorang bidan di Situbondo, Jawa Timur.

Rekonstruksi pembunuhan yang menewaskan Murtafia Rafika Devi (34) bertujuan memberikan gambaran utuh dan jelas mengenai kronologi insiden tersebut.

"Tersangka yang merupakan suami korban memperagakan sebanyak 26 adegan. Rekonstruksi ini penting agar gambarannya jelas dan utuh," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Situbondo AKP Selimat di sela rekonstruksi di Situbondo, Senin.

Dalam proses reka ulang kasus pembunuhan yang terjadi pada 6 Juni 2026 di jalur Pantura Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, ini juga bertujuan menguji kesesuaian keterangan saksi, pengakuan pelaku atau tersangka, dan barang bukti yang diamankan polisi di lokasi kejadian.

Setelah rekonstruksi yang juga dihadiri jaksa penuntut umum itu, kata Selimat, selanjutnya polisi segera melengkapi pemberkasan dan melimpahkan ke Kejaksaan Negeri setempat.

"Jadi, setelah kami rekonstruksi dan dihadiri oleh jaksa penuntut umum serta kuasa hukum tersangka, nantinya jika berkasnya dilakukan penelitian dan dinilai sempurna oleh JPU, maka kami limpahkan ke kejaksaan," tuturnya.

Dalam kasus ini, tersangka ARH dijerat Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, serta Pasal 458 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara ditambah sepertiga.

Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polres Situbondo juga melakukan pemeriksaan urine tersangka ARH dan hasilnya positif mengandung amfetamin atau narkotika jenis sabu-sabu. (ant/jpnn)


ARH (32) menjalani rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan istrinya yang merupakan seorang bidan di Situbondo, Jawa Timur.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |