jateng.jpnn.com, SEMARANG - Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan pengelolaan sampah di tiap daerah perlu disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi satu di antara kunci untuk mewujudkan target Presiden Prabowo Subianto menjadikan Indonesia bebas sampah pada 2029.
Jumhur mengatakan tiap daerah memiliki cara dan tradisi berbeda dalam mengelola sampah. Namun, seluruh upaya tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
"Ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang dimiliki masing-masing daerah. Kearifan lokal tersebut sejalan dengan kebijakan nasional, yakni sampah harus dikelola dengan baik," ujar Jumhur di Bulusan Edu Park Semarang, Selasa (2/6).
Menurutnya, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pupuk kompos, bahan bakar alternatif, maupun produk lain yang bernilai ekonomi.
"Setiap daerah memiliki cara sendiri, tetapi tujuannya sama, yaitu lingkungan yang bersih dan sampah yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi. Ini merupakan bagian dari ekonomi sirkular yang saat ini terus dikembangkan pemerintah," katanya.
Jumhur mengapresiasi berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang tumbuh dari masyarakat. Ia berharap praktik-praktik baik tersebut dapat diperluas ke berbagai daerah dengan tetap menyesuaikan karakteristik dan kearifan lokal setempat.
"Kami sangat senang dapat hadir dan mendorong kegiatan seperti ini agar semakin berkembang di berbagai daerah. Tentu setiap wilayah memiliki pendekatan yang berbeda, tetapi tujuannya tetap sama," ujarnya.
Pihaknya optimistis target penyelesaian persoalan sampah secara nasional pada 2029 dapat tercapai apabila didukung partisipasi aktif masyarakat dari tingkat akar rumput.














.jpeg)




















