jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai pengembangan biodiesel hingga mencapai implementasi B50 menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem transisi energi nasional.
Hal itu diungkapkan Bambang dalam peluncuran buku Transisi Energi di Kampus Universitas Sahid, Jakarta, Jumat (4/9).
“Ketika berbicara tentang transisi energi, ternyata ada lagi ruang lingkup dan spektrum yang harus diperhatikan, yaitu perubahan iklim,” ujar Bambang.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) menegaskan untuk penyaluran secara nasional saat ini kesiapannya telah mencapai lebih dari 90% pada awal September 2026 dan bersiap menuju implementasi penuh pada 1 Oktober 2026.
Bambang mengatakan dinamika kebijakan energi nasional sejauh ini menunjukkan perkembangan yang sangat cepat.
Ketika buku mulai ditulis,, Indonesia masih menjalankan program B40.
Namun, dalam perkembangannya, pemerintah telah meluncurkan mandatori B50 pada Juli 2026.
Sebagaimana diketahui, program B50 ini merupakan kelanjutan pengembangan biodiesel nasional yang telah berlangsung sejak 2008 melalui tahapan B20, B30, B35, B40 hingga kini mencapai campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit dengan 50 persen solar.
















































