jpnn.com, BANDUNG - Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo telah digelar di Bandung, Jawa Barat, pada 3 September.
Acara tersebut dihadiri lebih dari 100 perwakilan pemerintah Indonesia, pelaku usaha, media, asosiasi bisnis Tionghoa perantauan, serta lembaga kebudayaan dan pariwisata.
Ajang ini memperkenalkan kekayaan budaya Henan, mulai dari kota-kota kuno, seni bela diri, porselen, hingga budaya aksara Tionghoa. Melalui pemutaran video, pertunjukan langsung, serta penandatanganan perjanjian kerja sama, ajang ini menampilkan beragam daya tarik budaya dan pariwisata Henan kepada masyarakat Indonesia.
Lima rute wisata yang dirancang khusus bagi wisatawan Indonesia juga diperkenalkan, yakni "The Center of Heaven and Earth", "Kung Fu in the Central Plains", "Poetic Land of Henan", "Craftsmanship of the Heluo Region", dan "A Culinary Journey to the Roots".
Pameran Budaya Heluo menghadirkan sejumlah tema yang mengangkat asal-usul peradaban Tionghoa, sejarah musik, warisan porselen, misteri aksara Tionghoa, asal-usul marga Tionghoa, hingga perkembangan terbaru di bidang kebudayaan dan pariwisata.
Dengan mengangkat budaya lokal Indonesia, pameran ini menceritakan kisah peradaban yang membentang dari Sungai Kuning hingga Laut Jawa.
"Henan dan Indonesia memiliki banyak kesamaan budaya. Kami berharap semakin banyak kegiatan budaya Henan yang hadir di Indonesia," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan.
Pada 1–3 September, rangkaian kegiatan budaya pop-up digelar di berbagai lokasi di Jakarta dan Bandung, mulai dari landmark budaya dan pusat perbelanjaan hingga universitas dan tempat lainnya.
















































