KLH Akan Menanam Mangrove Seluas 200 Hektare di Jateng

1 day ago 30

Selasa, 02 Juni 2026 – 14:47 WIB

KLH Akan Menanam Mangrove Seluas 200 Hektare di Jateng - JPNN.com Jateng

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat seusai mengisi Stadium General bertajuk "Giant Sea Wall sebagai Solusi Strategis Penanggulangan Abrasi dan Banjir di Pantai Utara Jawa Tengah" di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Selasa (2/6). FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan menanam mangrove pada lahan seluas 200 hektare di Jawa Tengah dalam waktu dekat ini. Langkah ini dilakukan untuk melindungi pesisir dari ancaman abrasi.

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengatakan perlindungan pesisir tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik seperti tanggul laut, pompa, maupun polder.

"Saya ingin menyampaikan bahwa KLH akan membantu Jawa Tengah menanam 200 hektare mangrove," kata Jumhur saat mengisi Stadium General bertajuk "Giant Sea Wall sebagai Solusi Strategis Penanggulangan Abrasi dan Banjir di Pantai Utara Jawa Tengah" di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Selasa (2/6).

Pihaknya menunjuk Unissula sebagai penanggung jawab dalam program penanaman mangrove tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dipadukan dengan solusi berbasis alam atau nature-based solution.

"Jadi, dimulai hari ini bisa kita mulai. Langsung dibikin petanya saja, Pak Rektor (Unissula, red). Nanti lewat Unissula dan teman-teman lain. Sehingga sudah siap semua tinggal kepanitiaannya," katanya.

Dia menjelaskan hasil pemodelan hidrodinamika di Teluk Semarang menunjukkan pembangunan giant sea wall berpotensi mengubah pola arus, elevasi muka air, serta sedimentasi dalam radius hingga lima kilometer. Karena itu, upaya perlindungan pesisir perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan keseimbangan ekosistem.

"Sabuk hijau mangrove selama ini menjadi tameng biologis kawasan pesisir. Karena itu, pendekatan grey infrastructure seperti tanggul, pompa, dan polder harus diintegrasikan dengan blue-green infrastructure atau solusi berbasis alam," ujar Jumhur.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki manfaat besar dalam melindungi kawasan pesisir. Berbagai penelitian menunjukkan hutan mangrove mampu menurunkan tinggi gelombang laut antara 13 hingga 66 persen hanya dalam jarak 100 meter.

Lindungi pesisir dari ancaman abrasi, Jateng segera ditanami mangrove seluas 200 hektare.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |