jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) turun ke lapangan, guna melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan sosial.
Eri mengatakan masih menemukan warga yang tidak menerima bantuan padahal sangat membutuhkan. Dia pun meminta ASN untuk mengecek ulang data tanpa melihat desil.
“Ketika saya turun ke lapangan, masih ada orang tidak punya yang belum mendapatkan bantuan apapun. Hari ini jangan pernah lihat lagi namanya desil,” kata Eri saat memimpin Apel di Balai Kota Surabaya, Selasa (22/9).
Dia menginstruksikan kepada Ketua Tim Kerja (Katimja), pejabat struktural berbagai dinas, kecamatan, hingga kelurahan agar bekerja sama untuk mendatangi seluruh RW dan RT.
Selanjutnya, Eri meminta seluruh jajarannya tersebut untuk melakukan proses penetapan warga penerima bantuan secara terbuka, melalui forum masyarakat di tingkat RT.
“Pembahasannya harus melibatkan minimal tiga perempat warga dari RT tersebut, tokoh masyarakat, tokoh agama, lurah, camat, LPMK, serta tim pendamping dari pemkot,” ujarnya.
Para ASN diminta tidak menggunakan mekanisme verifikasi sebelumnya, karena melewatkan warga miskin dan lanjut usia (lansia) sebatang kara, tetapi meloloskan warga dengan ekonomi mampu.
"Di mana kalian sebagai pejabat struktural. Mulai hari ini saya tidak mau lagi melihat ada warga yang tidak menerima bantuan ketika dia membutuhkan," ucapnya.
Eri menyebut pernah menjumpai warga mampu yang memiliki beberapa kendaraan bermotor dan gawai dalam jumlah banyak, namun masih menerima bantuan dari Pemkot Surabaya.













































