jpnn.com, BANDA ACEH - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menata kembali kawasan wisata Mendale di tepian Danau Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, guna memulihkan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi.
Langkah ini diambil guna memulihkan destinasi tersebut setelah sebelumnya sempat terdampak oleh bencana hidrometeorologi, sekaligus menjadikannya lebih aman dan nyaman bagi para pengunjung.
"Kementerian PU terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Senin.
Menteri Dody mengatakan, penataan kawasan seluas 0,410 hektare ini tidak hanya memperbaiki tampilan lingkungan, melainkan juga menyiapkan berbagai fasilitas untuk membuat kawasan wisata lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Penataan objek wisata ini menjadi bagian dari kegiatan penanganan pascabencana Aceh yang dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh. Proyek tersebut mencakup 27 titik lokasi di lima kabupaten Aceh, dengan PT Nindya Karya (Persero) sebagai penyedia jasa.
Dody menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Termasuk mendukung pengembangan destinasi wisata daerah.
Di Mendale, penanganan dilakukan sepanjang sekitar 420 meter, termasuk area jalan masuk. Sejumlah fasilitas baru disiapkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan wisatawan, mulai dari 24 unit kios baru hingga renovasi tujuh kios eksisting.
Kawasan ini juga bakal dilengkapi satu bangunan pengelola, dua toilet untuk difabel, empat toilet umum, serta area taman bermain anak.

















































