jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan penerapan Tes Talent DNA ESQ berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam pemetaan potensi siswa Sekolah Rakyat, langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Laporan tersebut disampaikan pada peresmian Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Gus Ipul menyebut penggunaan Tes Talent DNA menjadi solusi strategis karena Sekolah Rakyat tidak menerapkan tes akademik dalam proses seleksi.
Melalui pendekatan berbasis AI, pemetaan potensi siswa dapat dilakukan secara objektif, terukur, dan komprehensif.
"Tidak ada tes akademik di Sekolah Rakyat, maka kami melakukan Tes DNA Talent berbasis teknologi artificial intelligence (AI) untuk memetakan potensi siswa,” ujar Gus Ipul dalam sambutannya.
Talent DNA merupakan instrumen yang dikembangkan dari konsep pemikiran Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian selama 25 tahun dan kini bertransformasi menjadi platform digital berbasis kecerdasan buatan.
Instrumen ini digunakan untuk mengidentifikasi bakat, minat, dan kecenderungan kepribadian siswa secara mendalam.
Menurut Gus Ipul, hasil pemetaan menunjukkan keragaman potensi siswa Sekolah Rakyat. Sebagian peserta memiliki kekuatan di bidang sains dan teknologi, sebagian lainnya unggul dalam kompetensi sosial, sementara sejumlah siswa menunjukkan bakat besar di bidang bahasa.














































