Datangi Kemenhut, Kejagung Bantah Kabar soal Penggeledahan, Tetapi...

5 days ago 47

Datangi Kemenhut, Kejagung Bantah Kabar soal Penggeledahan, Tetapi...

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Puspenkum Kejagung, Jakarta, Senin (22/12/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

jpnn.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan bahwa kedatangan penyidik Jaksa Penindak Khusus (Jampidsus) ke Kantor Direktorat Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada Rabu (7/1) bukan untuk penggeledahan, melainkan dalam rangka melakukan pencocokan data.

Kegiatan ini terkait penyidikan dugaan pelanggaran dalam pembukaan kegiatan tambang di kawasan hutan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Kegiatan pencocokan data ini bukanlah penggeledahan dan semua berjalan dengan baik," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna di Jakarta, Kamis (8/1).

Mantan wakil kepala Kejaksaan Tinggi Sultra itu menjelaskan penyidikan tersebut menyasar pembukaan tambang oleh perusahaan-perusahaan yang masuk ke kawasan hutan secara tidak sesuai ketentuan.

"Penyidikan perkara pembukaan kegiatan tambang oleh perusahaan-perusahaan yang memasuki wilayah kawasan hutan yang diberikan oleh kepala daerah saat itu di Konawe Utara dengan melanggar dan tidak sesuai ketentuan," ujarnya.

Anang menyebut langkah ini sebagai upaya proaktif untuk mempercepat perolehan data yang dibutuhkan.

"Ada beberapa data dan dokumen yang diperlukan dalam penyidikan dan sudah diberikan oleh pihak Kementerian Kehutanan ke penyidik dan disesuaikan/dicocokkan datanya dengan data yang ada di penyidik," katanya.

Eks jaksa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperbaiki tata kelola kehutanan untuk kelestarian hutan Indonesia.

Kejagung bantah kabar penggeledahan di Kementerian Kehutanan. Kunjungan Jampidsus disebut hanya untuk pencocokan data kasus tambang di Konawe Utara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |