jpnn.com, JAKARTA - Bayangkan berkendara menembus hujan lebat atau kabut tebal tanpa rasa cemas.
Perasaan tenang itulah yang coba ditawarkan Changan Group lewat teknologi bantuan berkendara terbaru mereka, SDA Pilot.
Teknologi kecerdasan buatan (Advanced Driver Assistance System/ADAS) ini bukan lahir dalam semalam.
Ada perjalanan panjang sejak 2009, ketika teknologi intelligent driving masih sebatas riset laboratorium di Tiongkok.
Kala itu, pengembangannya hanya ditangani segelintir insinyur.
Kini, tim tersebut telah bertransformasi menjadi pasukan besar beranggotakan lebih dari 7.500 ahli.
Investasi yang digelontorkan pun tak main-main: mencapai 7,7 miliar Euro (sekitar Rp157 triliun).
"SDA Pilot adalah buah dari seluruh pengalaman, rasa penasaran, dan pembelajaran kami selama bertahun-tahun," ujar President Changan Group Zhao Fei, dalam keterangannya, Minggu (13/9).






.jpeg)










































