jpnn.com - Jitu sekali tebakan "perusuh" Disway itu: selama di Vladivostok saya memang tinggal di hotel yang ia tebak itu. Bahkan tebakan tarif per malamnya tepat sekali (lihat komentar pilihan kemarin).
"Hotel ini baru diresmikan dua tahun lalu," ujar Anna, manajer di Grand Hotel Vladivostok.
Tebakan Perusuh Disawy tentang nama dan tarif hotel tempat saya menginap.-
Semua kamar di hotel ini menghadap laut. Itu karena bentuk pantainya yang melengkung. Benar, lokasinya di pusat kota. Berseberangan dengan monumen perang dunia kedua.
Senja pertama di Vladivostok saya berjalan-jalan ke down town: cari pertunjukan. Apa saja. Boleh balet, boleh musik klasik, boleh kabaret.
Yang pertama saya temukan: gedung pertunjukan musik opera.
Saya tidak bertanya berapa harga tiketnya. Saya sodorkan saja beberapa lembar rubel yang ada angka 1.000-nya. Petugas loket hanya ambil satu lembar. Masih pula memberi uang kembali. Saya tidak hitung berapa kembaliannya itu.
Di panggung hanya ada satu piano besar. Lalu muncul dua wanita. Yang satu langsung duduk di bench piano. Satunya lagi berdiri di depan piano. Itulah pertunjukan musik aria. Yang satu menyanyikan lagu aria, satunya lagi main piano. Saya sering menyebutnya nyanyian opera.

.jpeg)







































