jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) mempercepat langkah transformasi bisnisnya melalui penguatan ecosystem banking.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan strategi taktis ini diambil perseroan guna memperbesar penghimpunan dana murah (Current Account Savings Account / CASA), meningkatkan volume transaksi nasabah, serta memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan di tengah kondisi persaingan likuiditas perbankan yang semakin ketat.
Nixon mengungkapkan industri perbankan saat ini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang baru dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Di tengah dinamika ketegangan geopolitik global, industri perbankan dituntut untuk adaptif dan tidak lagi sekadar mengandalkan strategi penghimpunan dana tradisional yang berbasis pada adu suku bunga tinggi.
Sebaliknya, bank harus mampu menangkap arus transaksi dan aktivitas ekonomi nasabah secara lebih luas dan terintegrasi.
“Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Nixon.
Adapun, per April 2026, BTN sukses mencatatkan pertumbuhan positif pada dana murah.
Current account dan savings account (CASA) perseroan secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,20% secara tahunan per April 2026 dari Rp199,65 triliun pada April 2025 menjadi Rp216,02 triliun.

















.jpeg)




















