Baru Menjabat, Menkeu Suahasil Diingatkan Tak Asal Kerek Imbal Hasil SBN

4 hours ago 27

Baru Menjabat, Menkeu Suahasil Diingatkan Tak Asal Kerek Imbal Hasil SBN

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) menggantikan eks Menkeu Purbaya (kanan). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai opsi menaikkan imbal hasil Surat Berharga Negara bukanlah langkah tepat guna menggaet minat investor.

"Mengenai imbal hasil SBN, tekanannya memang nyata, tetapi saya kurang sepakat apabila solusinya dirumuskan sekadar menaikkan imbal hasil agar lelang laku," kata Josua kepada jpnn.com, Selasa (15/9).

Pergerakan pasar menjelang pergantian Menteri Keuangan mencatat posisi imbal hasil SBN tenor 10 tahun berada di level sekitar 7,15 persen per 11 September atau naik 108 basis poin sejak awal tahun.

Angka tersebut dinilai masih aman karena berada di dalam rentang risiko Nota Keuangan RAPBN 2027 yang mengasumsikan kisaran 6,5 hingga 7,3 persen dengan titik tengah 6,9 persen.

Lonjakan imbal hasil instrumen utang negara tersebut dipastikan tidak lahir sepenuhnya dari persoalan fundamental fiskal di dalam negeri.

Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) mencatat imbal hasil SBN 10 tahun sempat menyentuh 7,29 persen pada akhir Juli akibat gejolak global termasuk konflik Timur Tengah dan kenaikan harga energi.

Berbagai tekanan eksternal seperti inflasi global, kenaikan imbal hasil obligasi internasional, serta tren keluarnya modal asing turut memperbesar tekanan pasar.

Meskipun demikian, investor asing dilaporkan masih mencatatkan aksi pembelian bersih terhadap instrumen SBN domestik secara berkelanjutan.

Ekonom menyebut opsi menaikkan imbal hasil Surat Berharga Negara bukanlah langkah tepat guna menggaet minat investor.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |