Ancaman Kekeringan Melanda Lahan Pertanian Semarang

23 hours ago 29

Minggu, 19 Juli 2026 – 16:38 WIB

Ancaman Kekeringan Melanda Lahan Pertanian Semarang - JPNN.com Jateng

Ilustrasi petani saat membawa padi di lahan persawahan gagal panen. FOTO: Ricardo/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi puncak kemarau yang berpotensi berdampak pada lahan pertanian. Pasalnya, sebagian besar lahan merupakan sawah tadah hujan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Shotiah mengatakan pemetaan difokuskan pada daerah yang selama ini menjadi langganan kekeringan.

“Kami sedang memetakan wilayah-wilayah yang rawan kekeringan, terutama daerah yang selama ini memang sering mengalami kekeringan saat musim kemarau,” ujarnya, Minggu (19/7).

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk melakukan tindak lanjut untuk menyiapkan terhadap penggunaan infrastruktur pertanian.

Mulai dari jaringan irigasi, embung, hingga optimalisasi pompa air untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi.

“Kami mengimbau petani melakukan percepatan tanam. Dengan begitu, saat puncak musim kemarau datang, risiko kekurangan air bisa diantisipasi,”katanya.

Berdasarkan data, luas lahan persawahan Kota Semarang mencapai sekitar 2.134 hektare. Seluruh lahan itu, kata Shotiah terus dioptimalkan untuk mendukung program swasembada pangan, termasuk produksi beras dan kedelai.

“Hampir semua wilayah memiliki titik rawan kekeringan ketika memasuki musim kemarau. Salah satunya Tembalang karena sebagian besar merupakan sawah tadah hujan,” ujarnya. (ink/jpnn)

Pasalnya, sebagian besar lahan pertanian di Kota Semarang merupakan sawah tadah hujan.

Redaktur : Danang Diska Atmaja
Reporter : Wisnu Indra Kusuma

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |