jabar.jpnn.com, BANDUNG - Industri fashion lokal terus menunjukkan geliatnya. Salah satunya datang dari brand asal Bandung, Alaiya, yang resmi memperkenalkan identitas barunya setelah sebelumnya dikenal dengan nama Alea.
Rebranding tersebut menjadi penanda babak baru perjalanan Alaiya. Tak hanya berganti nama, label fashion lokal ini juga memperluas lini produknya dari yang semula berfokus pada hijab menjadi koleksi pakaian sehari-hari (daily wear) untuk perempuan modern.
Nama Alaiya yang bermakna 'kemuliaan' atau 'yang luhur' dipilih sebagai representasi dari visi baru brand dalam menghadirkan busana yang nyaman, fungsional, sekaligus tetap stylish untuk dikenakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, hangout, hingga menjadi bentuk self-reward.
Di balik transformasi tersebut, ada sosok desainer sekaligus entrepreneur Ratri Werdiningsih.
Perempuan yang akrab disapa Ratri itu memadukan kecintaannya pada dunia seni dengan pengalaman bisnis keluarga hingga berhasil membangun tiga brand fashion, yakni Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya.
Lulusan Desain Interior Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung itu kemudian memperdalam ilmu fashion di ESMOD Jakarta sebelum akhirnya mengembangkan bisnisnya di industri mode.
"Bagi saya, fashion adalah seni yang hidup. Melalui Alaiya, kami ingin menghadirkan pakaian yang tidak hanya indah dipandang tetapi juga memeluk tubuh dengan rasa nyaman. Ini adalah bentuk perayaan untuk para perempuan yang produktif. Namun tetap ingin tampil percaya diri setiap hari," kata Ratri dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
Tak hanya fokus mengembangkan brand, Ratri juga memiliki perhatian terhadap kemajuan UMKM di Jawa Barat.






































