jpnn.com - ISTANBUL - Otoritas Prancis menangkap 162 orang yang diduga terlibat dalam pembakaran hutan sejak 6 Juli 2026, di tengah musim kebakaran hutan terparah yang pernah dialami negara itu.
"Sejak 6 Juli, sudah ada 162 penangkapan," kata Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu melalui platform media sosial X pada Senin (27/7).
Dia menyatakan bahwa aparat keamanan dikerahkan sepenuhnya untuk mengidentifikasi pelaku pembakaran. Lecornu juga mengatakan sebagian kebakaran sengaja dipicu oleh pelaku pembakaran.
Dia menyatakan bahwa pembakaran dengan sengaja merupakan tindak pidana yang dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 15 tahun berdasarkan hukum Prancis.
“Mereka akan ditemukan, ditangkap, dan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya di pengadilan," ungka Lecornu.
Menurut dia, Prancis telah mencatat 13.566 kebakaran hutan atau titik awal kebakaran sejak awal tahun.
Kebakaran tersebut telah menghanguskan 116.085 hektare lahan, melampaui rekor sebelumnya, yakni 72.000 hektare pada 2022.
Menurut Lecornu, sembilan dari 10 kebakaran hutan dipicu oleh aktivitas manusia.











































