jpnn.com, JAKARTA - Transformasi digital di sektor maritim Indonesia makin memperlihatkan hasil nyata lewat kerja-kerja manusia yang berada di baliknya.
Pertamina Marine Solutions (PMSol), anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina International Shipping (PIS), mencatat langkah penting setelah berhasil masuk dalam Top 5 Indonesia Best Digital Innovation 2025 kategori Kelompok Non Keuangan versi Majalah SWA.
Pengakuan ini menjadi cerminan bagaimana upaya individu dan tim di PMSol menggerakkan perubahan di industri maritim nasional.
Dalam penilaian yang dilakukan Majalah SWA, PMSol meraih nilai akhir 90,19 dengan predikat Excellent. Proses asesmen dilakukan melalui tahapan Discover, Define, hingga Deliver, yang menilai relevansi inovasi, kedalaman strategi, serta dampak langsung terhadap organisasi.
Hasil tersebut menunjukkan keberhasilan PMSol dalam menerjemahkan transformasi digital menjadi nilai nyata bagi perusahaan, para pekerja maritim, dan pemangku kepentingan lain.
Pusat perubahan PMSol berada pada pembangunan ekosistem digital end-to-end yang mendukung pekerjaan manusia di lapangan.
Tiga aplikasi inti—NAKHODA untuk manajemen kru kapal, PERWIRA untuk pengelolaan tenaga ahli maritim, dan INSPEKTA untuk digitalisasi proses inspeksi kapal—dirancang bukan sekadar sebagai alat bantu, tetapi sebagai fondasi yang memperbaiki cara bekerja, berkoordinasi, dan memberi layanan dalam industri maritim.
Transformasi ini tidak dimulai dari ruang yang kosong. PMSol sebelumnya mengandalkan pendapatan dari pasar internal Pertamina Group—stabil tetapi terbatas untuk berkembang.














































