bali.jpnn.com, DENPASAR - Perang Amerika dan sekutunya Israel dengan Iran membuat susah pariwisata Bali.
Yang paling terasa, ribuan wisatawan asing tertahan di Bandara Gusti Ngurah Rai karena pesawat menuju Timur Tengah (Timteng) tertahan setelah area udara di kawasan tersebut ditutup.
Yang paling merasakan dampaknya adalah aparat Imigrasi Ngurah Rai.
Sejak perang meletus, petugas Imigrasi Ngurah Rai berjibaku menangani para warga negara asing (WNA) yang gagal terbang karena terdampak konflik.
Imigrasi Ngurah Rai bahkan harus menambah personel dari enam menjadi sembilan orang untuk melayani penerbitan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) kepada WNA yang kena imbas konflik di Timur Tengah.
“Selain meningkatkan kapasitas ruang tunggu layanan, kami juga menambah personel dari bidang lain khusus untuk penanganan ITKT,” kata Kepala Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan di Jimbaran, Rabu (4/3).
Menurut Bugie Kurniawan dilansir dari Antara, petugas tersebut akan melayani WNA yang sebelumnya tidak bisa terbang ke negaranya karena jalur udara ditutup khususnya penerbangan transit di Doha, Dubai dan Abu Dhabi.
Bugie Kurniawan mengatakan layanan tersebut dibuka sesuai waktu operasional Senin-Jumat mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WITA.









































