jpnn.com - PT Mega Akses Persada (FiberStar) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat fondasi transformasi digital nasional melalui ekspansi infrastruktur yang masif dan berkelanjutan setelah mencatatkan pertumbuhan solid sepanjang 2025.
Kini, FiberStar menargetkan pembangunan sekitar 750 ribu homepass baru pada 2026.
"Target ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk memastikan pemerataan akses internet cepat di seluruh wilayah prioritas di Indonesia," kata Network Planning Department Head FiberStar Yudo Satrio, Rabu (4/3).
Dia menyebutkan, sepanjang 2025, FiberStar berhasil mencatatkan peningkatan jumlah homepass menjadi 3.360.119 titik, tumbuh 45,9% secara tahunan (YoY).
Efektivitas pembangunan infrastruktur FiberStar tercermin dari lonjakan angka home connected yang mencapai 489.211 pelanggan pada akhir 2025, tumbuh 51,9% (YoY). Pertumbuhan jumlah pelanggan yang tersambung ini melaju lebih cepat dibandingkan pertumbuhan homepass, sehingga menaikkan rasio pemanfaatan jaringan (take rate) menjadi 14,6%.
"Yang kami jaga bukan hanya seberapa luas jaringan bertambah, tapi seberapa efektif jaringan itu dipakai," ungkapnya.
Hingga saat ini, total panjang jaringan fiber yang dikelola FiberStar telah mencapai 64.498 km. Guna menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan permintaan, perusahaan terus melakukan penguatan pada tiga pilar utama yakni penguatan jaringan tulang punggung antarwilayah, optimalisasi jaringan perkotaan dan memastikan konektivitas langsung ke rumah pelanggan.
"Di 2025, pertumbuhan home connected lebih cepat dibanding pertumbuhan homepass, ini menunjukkan utilisasi makin solid," ujarnya.












































