jpnn.com, BALIKPAPAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia akan menyetop impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di tahun ini.
Dia bahkan menyebut Indonesia tidak hanya menghentkan impor, tetapi berpotensi mencatat surplus solar sebesar 1,4 juta kiloliter (kl).
Pria berusia 40 tahun itu menyebut proyeksi tersebut tercermin dari perhitungan produksi dan konsumsi solar nasional.
Pada 2025, konsumsi solar dalam negeri mencapai sekitar 38 juta kl. Dia mengatakan 5 juta kl di antaranya masih dipenuhi dari impor.
Namun, dia menegaskan bahwa produksi solar domestik tahun ini mampu menutup, bahkan melampaui, kebutuhan impor tersebut.
“Impor (solar) kita tinggal 5 juta kl, jadi sudah tertutupi. Bahkan, surplus 1,4 juta kl,” ujar Bahlil saat peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan di Kalimantan Timur kepada Presiden Prabowo Subianto pada Senin (12/1).
Ketua Umum Partai Golkar itu menuturkan dua alasan mengapa Indonesia akan mencapai surplus tersebut.
Pertama, pemerintah akan menerapkan kebijakan biodiesel B50 pada tahun ini, yang merupakan kelanjutan dari kebijakan biodiesel B40 di tahun lalu.














































