Sorot Kebijakan Mardiono Pasca-Muktamar PPP, Putra Mbah Moen: Jauh dari Harapan Kiai

5 hours ago 21

 Jauh dari Harapan Kiai

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Putra tertua Syaikhona KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen), KH Abdullah Ubab Maimoen menyoroti kondisi PPP. Foto: supplied

jpnn.com - Putra tertua Syaikhona KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen), KH Abdullah Ubab Maimoen menumpahkan unek-uneknya lantaran prihatin melihat perkembangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kiai Ubab menyoroti masalah PPP saat memberi sambutan dalam silaturahmi nasional ulama PPP di Ponpes Al-Anwar Sarang, Rembang, Sabtu (21/2/2026).

"Sejak sebelum muktamar sampai sudah hampir setengah tahun pascamuktamar di Jakarta, justru semakin jauh dari harapan para kiai dan warga PPP pada umumnya," kata Mbah Ubab.

Dia menjelaskan, Silatnas Ulama PPP didukung oleh usulan para kiai yang merasa berkewajiban mengingatkan bila terjadi kesalahan di tubuh parpol berlambang Ka'bah itu.

"Dengan prinsip amar ma'ruf nahi munkar, PPP dituntut untuk terus bersama dalam pemerintahan mewujudkan baldatun toyyibatun warobbun ghofur," tuturnya.

Kiai Ubab menegaskan, harus ada keberadaan wakil PPP di DPR RI. Melalui Silatnas utu, ulama PPP mendorong supaya parpol itu kembali masuk senayan.

Dalam kesempatan yang sama, KH Fadholan Musyafak selaku pemimpin jalannya silaturahmi menyampaikan paparannya.

Dia menyebutkan munculnya SK Menkum yang menempatkan Mardiono sebagai ketua umum, mempunyai kewajiban untuk menyempurnakan hasil muktamar X di Jakarta. Khususnya, berkaitan dengan AD/ART sebagai dasar dan pijakan organisasi.

KH Abdullah Ubab Maimoen menilai kebijakan Mardiono pasca-Muktamar PPP Ancol jauh dari harapan kiai dan warga PPP.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |