Menjaga Momentum Ekonomi dengan Memperkuat Daya Beli Rakyat

7 hours ago 20

Minggu, 22 Februari 2026 – 19:27 WIB

Menjaga Momentum Ekonomi dengan Memperkuat Daya Beli Rakyat - JPNN.com Jatim

Gubernur Jatim Periode 2009-2019 Soekarwo. Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Perekonomian Indonesia memasuki babak baru. Tahun 2025 menjadi penanda penting ketika ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,11 persen. Angka ini bukan hanya menunjukkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global, tetapi juga mencerminkan bahwa mesin konsumsi dan investasi nasional masih bekerja relatif baik. Bahkan, capaian tersebut dinilai lebih baik dibanding sejumlah kawasan besar dunia dalam periode yang sama.

Lebih dari itu, Indonesia juga mencatat tonggak sejarah baru ketika Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita untuk pertama kalinya menembus angka 5.000 dolar AS per tahun. Pencapaian ini menandai bahwa struktur ekonomi nasional sedang bergerak menuju fase yang lebih matang dan berpotensi memperluas kelas menengah.

Namun, di balik capaian makro tersebut, terdapat satu pertanyaan mendasar, yaitu sejauh mana pertumbuhan ekonomi dan kenaikan pendapatan rata-rata tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, terutama kelompok bawah dan rentan?

Di sinilah pentingnya melihat daya beli rakyat sebagai indikator yang lebih substantif daripada sekadar angka pertumbuhan.

Daya beli masyarakat merupakan cerminan langsung dari kemampuan ekonomi rumah tangga. Ketika daya beli menguat, konsumsi meningkat, sektor produksi bergerak, dan lapangan kerja terbuka. Sebaliknya, ketika daya beli melemah, pertumbuhan ekonomi berisiko kehilangan fondasi terpentingnya, yaitu permintaan domestik.

Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tidak diikuti penguatan daya beli hanya menghasilkan kemajuan semu. Statistik makro membaik, tetapi kesejahteraan riil masyarakat berjalan lambat.

Dalam struktur ekonomi Indonesia, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto. Artinya, kekuatan ekonomi nasional sangat bergantung pada kemampuan masyarakat untuk membelanjakan pendapatannya secara sehat dan berkelanjutan.

Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah struktur ketenagakerjaan yang masih didominasi sektor informal. Sebagian besar masyarakat bekerja dengan pendapatan tidak tetap dan perlindungan sosial yang terbatas. Dalam situasi seperti ini, kenaikan harga pangan, energi, atau transportasi dapat dengan cepat menggerus kemampuan konsumsi rumah tangga

Gubernur Jatim Periode 2009-2019 Soekarwo memberikan opini tentang perekonomian Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |