jpnn.com - Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Semarang, Jawa Tengah diduga mengalami perundungan berujung luka fisik pada tubuhnya.
Perundungan berupa pengeroyokan itu diduga dilakukan oleh tiga kakak kelas korban di toilet sekolah.
Kasus ini diungkapkan oleh ibunda korban, Ristia. Dia menyebut bahwa anaknya yang berinisial KA menderita luka di beberapa bagian tubuhnya.
"Mengalami luka memar dan membiru di sekujur tubuhnya, lebih dari delapan titik luka dari kepala, wajah, dada, kanan dan kiri, perut, kaki dan tangan," kata Ristia tak kuasa menahan tangis ketika mengungkapkan kepada sejumlah Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Fraksi PDIP, Rabu (17/6).
Ristia diterima oleh sejumlah legislator partai berlambang banteng, di antaranya yang menerima ialah Michael, Lely Purwandari dan Kusrin. Dia terpaksa mengadu ke wakil rakyat karena kasus perundungan yang diterima anaknya tak kunjung ditindaklanjuti oleh sekolah.
"Berharap Fraksi PDIP Kota Semarang bisa membantu, mengawal, dan menjembatani para pihak demi keadilan dan tidak ada lagi kasus bullying (perundungan, red) di lingkungan sekolah," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi D Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang Michael menyatakan keseriusan untuk mengawal dan menuntaskan dugaan perkara perundungan tersebut.
"Langkah kongkrit yang akan ditempuh diantaranya akan mendatangi sekolah untuk memperjuangkan bagi korban perundungan tersebut," ujarnya.








































